Rossi, Kalah Tetap Puas

Valentino Rossi tetap puas meski kalah dalam perebutan posisi empat di MotoGP Portugal dari Andrea Dovizioso di beberapa meter sebelum garis finis, Minggu 1 Mei 2011.

Rossi memulai balapan di Sirkuit Estoril dengan cukup bagus. Start dari posisi sembilan, rider Ducati ini berhasil menyodok hingga ke posisi empat di belakang Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa dan Casey Stoner.

The Doctor terus mempertahankan posisi keempat hingga lap terakhir meski mendapat tekanan luar biasa dari rider Repsol Honda Andrea Dovizioso. Dan Rossi sepertinya akan meraih finis terbaiknya bersama Ducati musim ini.

Namun, Dovizioso memanfaatkan keunggulan motor Honda miliknya di saat-saat terakhir. Dovi sukses membalap Rossi di jalur lurus beberapa meter sebelum garis finis.

Meski kalah dari Dovizioso dengan cara yang cukup menyesakkan, namun Rossi mengaku tetap puas dengan hasil balapan di Estoril. Rossi menilai kondisi bahunya sudah semakin membaik.

"Kami senang dengan balapan di sini, karena pertama saya senang dengan kondisi fisik saya. Saya bisa membalap dengan normal hingga akhir balapan," ujar Rossi seperti dilansir EuroSport.

Guus Hiddink, Mourinho Sudah Kelewatan

Pelatih tim nasional Turki Guus Hiddink ikut angkat bicara seputar perseteruan Jose Mourinho dengan Josep Guardiola. Namun kali ini, Hiddink memihak Guardiola dan menyerang Mourinho.

Hubungan Real Madrid dan Barcelona semakin memanas setelah musim ini, kedua tim beberapa kali harus bentrok di tiga kompetisi berbeda yakni La Liga, Copa del Rey dan Champions League.

Panasnya persaingan itu yang akhirnya memancing perang kata-kata antara Mourinho dan Guardiola beberapa waktu lalu. Mourinho bahkan mengatakan kemenangan Barca di leg 1 semifinal Champions League lalu karena sebuah konspirasi UEFA.

Tak hanya itu, Mourinho juga menilai Guardiola meraih trofi Champions League pada 2008-2009 dengan menyisakan skandal 'Stamford Bridge'. Saat itu di semifinal, Barca meraih tiket final usai menaklukkan Chelsea yang saat itu dipegang Hiddink. Namun Hiddink sendiri tak setuju dengan tuduhan Mou.

“Mourinho sudah terlalu jauh. Dengan semua komentar kritisnya, dia (Mourinho) sebenarnya ingin mengalihkan perhatian dari permainan timnya," ujar Mourinho dilansir Mirror, Senin 2 Mei 2011.

Perang Mulut, Johan Cruyff vs Mourinho

Johan Cruyff
Perang kata-kata antara Jose Mourinho dengan legenda Barcelona Johan Cruyff memasuki babak baru. Cruyff kembali menyerang entrenador Real Madrid itu jelang leg 2 semifinal Champions League kontra Blaugrana.

Cruyff menilai Presiden Los Blancos Florentino Perez telah melakukan kesalahan besar dengan mengangkat Mourinho sebagai pelatih Madrid. Ia menilai Madrid klub yang terlalu besar untuk dilatih seorang Mourinho.

"Anda tidak dapat menyalahkan Mourinho untuk semua ini karena kita tahu dia memang terbiasa melakukan hal-hal seperti ini," ujar Cruyff kepada De Telegraaf, Senin 2 Mei 2011.

"Real Madrid klub yang terlalu besar untuk menerima perilaku dia (Mourinho) dan satu-satunya pertanyaan yang pantas kita ajukan adalah mengapa Presiden Klub mengangkat Mourinho?" tambah Cruyff.

Legenda asal Belanda ini tak hanya mengkritik Mourinho saja. Ia juga menyayangkan sikap pelatih Barcelona, Pep Guardiola yang terpancing psywar dari The Special One. Namun ia menyadari respon Guardiola keluar karena manajemen Barca gagal membalas sindiran Mou.

"Sangat disayangkan Pep Guardiola terpaksa merespon komentar koleganya Jose Mourinho. Dia(Guardiola ) tidak harus melakukan hal itu, tapi dia juga tidak punya pilihan lagi," ujar Cruyff.

Tab 1.2
Tab 1.3
Submit your site to Google Search
Submit your site to Yahoo
Submit your site to MSN

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Aandfx | Edited by | Black Neon Template